<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="90">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA PERINGATAN ARWAH DALAM GEREJA KATOLIK]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGUSTRIMAN ZEBUA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kristiana Mendrofa, M.Ag</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alexius Poto Obe, S.S., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Antonius P Sipahutar, M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Kristiana Mendrofa, M.Ag</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Alexius Poto Obe, S.S., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Gunung Sitoli]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[5]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[68 hlm, ; 18 x 22 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Skripsi ini berangkat dari keprihatinan penulis atas kejadian nyata pada saat ini, dimana pemahaman umat Kristiani tentang makna peringatan arwah dalam Gereja Katolik masih sangat minim sekali. Umat beriman memandang hal itu hanya sebagai simbol, dan bahkan ada beberapa sejumlah orang Kristiani yang menganggap hal ini semacam untuk mencegah arwah orang yang sudah meninggal untuk tidak pulang lagi ke dalam dunia kehidupan. Sehingga hal ini sudah jauh dari makna peringatan arwah yang sesungguhnya dalam Gereja Katolik. Arwah orang yang telah meninggal dan yang masih menantikan kerahiman Allah arwah itu masih membutuhkan doa orang-orang yang masih hidup di dunia. Doa ini berguna untuk membantu para arwah yang masih berada dalam proses penyucian. Api penyucian adalah tempat atau keadaan di mana terjadi proses pemurnian atau penyucian jiwa-jiwa agar mencapai suatu pemurnian yang layak untuk masuk ke surga.
Peringatan arwah adalah ungkapan kultus iman akan persekutuan para kudus. Gereja dalam diri anggota-anggotanya yang sedang berziarah di dunia untuk memperingati dan mendoakan orang yang sudah meninggal. Doa peringatan arwah merupakan ungkapan iman akan Allah yang melalui Yesus Kristus menganugerahkan penebusan dan pengampunan dosa kepada umat-Nya termasuk orang yang sudah meninggal. Gereja Katolik memiliki keyakinan iman bahwa ketika manusia meninggal maka bisa sungguh tinggal bersama Allah di dalam Putra-Nya bila jiwa mereka tidak lagi dinodai oleh dosa yang merupakan penghalang utama untuk bersatu dengan Allah. Namun, tidak seorang pun diterima dalam persahabatan dengan Allah tanpa lebih dahulu dimurnikan dari akibat-akibat dosa pribadinya. Gereja menyebut tempat pemurnian orang terpilih ini Api Penyucian yang sama sekali berbeda dengan Neraka. Dari sinilah berkembang kebiasaan menghormati jiwa-jiwa kaum beriman yang sudah meninggal, yakni permohonan yang mendesak agar Allah berbelas kasih dan memurnikan jiwa orang-orang yang berada dalam Api Penyucian Sehingga dalam hal ini penulis berkeinginan untuk dapat memberikan pemahaman yang benar kepada umat Kristiani tentang makna peringatan arwah dalam Gereja Katolik.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Arwah]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[264 ZEB m]]></classification><ministry><![CDATA[0]]></ministry><studentID><![CDATA[018004008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220802]]></identifier><departementID><![CDATA[Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository STP Dian Mandala Nias]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[018004008]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13" url="" path="/Agustriman Zebua.doc" mimetype="application/msword"><![CDATA[MAKNA PERINGATAN ARWAH DALAM GEREJA KATOLIK]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[90]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-08 17:32:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-04 16:25:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>